Macet di Patarani

star position at patarani

star position at patarani

Kemacetan bukan melulu dominasi kota Jakarta, di Makasarpun sudah biasa dengan kemacetan, terutama pagi hari menjelang jam kantor mulai di sepanjang jalan utama di makassar. sudah saatnya “back to nature ,go green !”.  saatnya sepeda kanggo sekolah lan nyambut gawe… mengapa tidak.

ajm

Duren Palembang

Kunjungan yang kedua ke kota “empek -empek” Palembang. Tak menyangka di akhir tahun 2008 ini mendapat penugasan ke kota ini. karena selain sedang krisis global beberapa plan travel dari dept yang lain sudah diCancel. Tak menyia-nyiakan kesempatan krn pada kesempatan pertama cuma 2 hari , di kujungan ke-2 ini  bisa lebih ekplore lebih detail kota ini, Untuk sementara masih belum banyak update yang terjadi sejak setahun terakhir, kecuali situasi pasca pikada yang menyisakan sedikit masalah. harapannya segera bisa sampai ke Jembatan Ampera yang termashur itu. dan segera bisa merasakan nikmatnya hidangan empek empek asli Palembang.

Perjalanan dari jakarta hari senin lalu termasuk melelahkan. Setelah macet di tol dan terdelaynya flight krn terlambat chek-in akhirnya, sampai juga sore harinya di Bandar udara Sultan Mahmud badaruddin II. Untung ada tawaran penjemputan dari mas Budi (WPT Palembang), jadi perjalanan dari Bandara ke kantor tidak ada masalah. Setelah ha-ha he-he sejenak dikantor kitapun memutuskan untuk segera menuju penginapan yang sudah ditentukan. Suasana kotanya tak banyak berbeda dengan kota provinsi lain di indonesia, selain suhu udara yang memang lebih tinggi dari hari hari normal, lalulintas pada-lancar menhiasai kota palembang sore itu.

Ditengah perjalan ternyata ada call tawaran untuk mencicipi duren Palembang. kita pun segera meluncur tanpa ampun ke sana. Wuss..! tak sampai 15 menit kita mendapati setumpuk duren sudah tak utuh lagi, rupanya pesta sudah dimulai lebih dulu. tapi tak apalah barang 2 gelondong buah duren masih tersedia dan availble untuk dinikmati. secara umum duren palembang sama dengan duren dari Soroako yang pernah saya nikmati. yang warnanya kuning mentega yang paling tops. sayang cuma ada 1 butir saja dari sekeranjang yang disajikan. pertanda peburuan duren masih bisa diteruskan senyampang masih ada waktu 2 minggu di Palembang.

Kiri kanan jalan sepanjang perjalanan ke Penginapan dihiasi tumpukan duren dan penjualnya yang sibuk melayani pembeli.  oh rupanya Palembang sedang musim duren kali ini.

Salam,

ajm

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!